Showing posts with label psikologi. Show all posts
Showing posts with label psikologi. Show all posts

19 September 2012

Indikasi Isteri / Wanita Tidak Bahagia Dalam Perkawinannya

Seringkali saya berdiskusi dengan berbagai kalangan kaum wanita (wanita bersuami) dan mencoba menjadi pendengar setia akan keluhan-keluhan dalam menjalani tugasnya sebagai seorang isteri.

Dari percakapan tersebut saya banyak mengambil hikmah dan mencoba berasumsi, dimana  saya dapati dari 100% wanita menikah, kurang dari 40% yang dirinya meyatakan bahagia dalam menjalani perkawinan, sisanya menyatakan tidak bahagia dan ada pula yang menyatakan bahagia tidak, cerai pun tidak alias abu-abu.

Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa seorang isteri tidak bahagia dalam perkawinannya. Saya akan mencoba membahas dari sundut pandang yang berbeda, karena yang selama ini banyak dibahas adalah dari sudut agama dan psikologi.

Seperti kita tahu banyak faktor membuat isteri tidak bahagia adalah
  • Faktor ekonomi,
  • Faktor sosial. Pangaruh lingkungan (pergaulan di lingkungan dalam masa perkawinan)
  • Pangaruh  lingkungan sebelum perkawinan yang terbawa ke dalam area perkawinan
  • Pengaruh sifat atau karakter yang berbeda antara suami dan isteri dimana satu sama lain tidak melakukan adaptasi atau penyesuaian.
  • Kepuasan dalam hubungan sexual
  • Memiliki karakter yang sama pun belum tentu menjadi sesuai.
  • Ketidakpahaman tugas dan fungsi sebagai seorang isteri dan seorang suami
  • Tidak mampu memahami dan menerima karakter pasangan
  • faktor orang ketiga baik WIL (wanita idaman lain) ataupu adanya PIL (pria idaman lain)
  • perkawinan karena kasta yang berbeda
  • perkawinan karena faktor agama, pendidikan dan latar belakang yang berbeda
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari semua itu mengakibatkan terjadinya konflik rumah tangga yang tidak berkesudahan, sehingga seorang isteri hidupnya menjadi merana dan tersiksa berlama-lama.

Kita akan dengan mudah melihat seorang isteri tidak bahagia/tersiksa bathinnya dengan mengetahui- malihat dari indikasi secara fisik, yaitu:
  • Tatapan mata yang kosong / tidak tajam tidak fokus
  • Air muka yang kusam, pucat tidak bersinar cerah ceria
  • Kantung mata yang menebal agak menghitam- kecuali bawaan sejak lahir atau pecandu narkoba
  • Kulit muka yang ada tumbuh plek - kecuali dampak dari penggunaan alat kontrasepsi yang tidak cocok.
  • rambut rontok -  terlihat kalau berkeramas atau menyisir mengalami kerontokan lebih dari 90 helai rambut. 
  • cara berpikir yang tidak secerdas aslinya
  • cenderung emosional lebih sensitif dari sifat dan sikap sebelumnya
  • gigi mudah tanggal atau gigi depan terjadi plek kehitaman
  • kerutan garis dahi lebih tampak apalagi saat mengernyit
  • Kulit di ujung mata bawah alis ada kerutannya lebih kuat
  • Warna bibir lebih pucat - bukan karena  lipstik berwarna pucat
  • Nampak warna kulit yang dipengaruhi aliran darah - metabolisme tubuh - akan tampak lebih pucat (kecuali sedang sakit)
  • kulit mengering tidak begitu lembab
Indikasi diatas tidak harus semuanya ada, tapi cukup dengan beberapa indikasi saja kita sudah bisa memprediksi kondisi seorang isteri.

Demikian beberapa tanda-tanda ketidakbahagiaan dalam berumahtangga. Ini sangat bermanfaat bagi seorang suami yang mendapati isterinya seperti diatas agar menjadi koreksi SUDAHKAH menjadi suami yang membahagiakan isterinya?

Juga bermanfaat bagi wanita itu sendiri agar dapat memperbaiki hubungan terutama komunikasi dua arah secara intens dengan suaminya. Dan untuk dapat mengetahui bahwa dirinya dalam keadaan siaga 1.  Subhanallah...

Semoga bermanfaat.

13 September 2012

Pandangan Wanita Tentang Dirinya (part 3)

Kecantikan Wanita Itu bernama pengabdian

Ketika seorang wanita memasuki gerbang pernikahan, maka kehidupan “normalnya” akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang sebenarnya belum siap, maka seiring dengan berjalannya waktu,mereka akan merasa bahwa banyak hal yang akan atau telah terampas selama mereka menjadi seorang istri dan pendamping. namun bagi yang melangkah dengan ilmu dan dengan dasar beribadah dengan Allah, betapapun berat jalan ke depannya, hal itu akan dilalui dengan tenang dan ikhlas.

Pernahkah kita melihat seorang istri yang menyuguhkan wajah kurang sopan setelah mengetahui hal yang dilakukannya kurang mendapat penghargaan dari suami?. Ternyata disinilah cara cantik Allah dalam mengajarkan indahnya keikhlasan. Keikhlasan dalam pengabdian.

Subhanallah, pernahkah kita berpikir betapa indah cara pendidikan Allah yang tetuang dalam sebuah pengabdian itu?.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa para laki laki, adalah pemimpin para wanita. namun mereka tetaplah manusia biasa. Tiada yang sempurna kecuali Allah subhana wata’ala. Para suami memanglah bukanlah seorang tanpa cela, adakalanya pula mereka berbuat kesalahan yang sama dengan yang dilakukan para istri.Namun jika semua ini disikapi dengan cara yang elegan oleh sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri. Suami yang melihat ketekunan istrinya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi, tentu saja akan semakin menghangat hatinya, walaupun dalam keadaan tersulit sekalipun.

Hal ini karena pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

Ternyata memanglah benar, mengabdi bukan berarti membungkam kekuatan wanita. Lewat sikap ini, wanita menunjukkan bahwa dia bukan hanya mahluk yang memiliki kelembutan hati dan tutur serta sikap santun, akan tetapi juga tekad membaja serta kekuatan tersembunyi yang luar biasa.

Pahit getir kehidupan serta kepedihan seringkali dihadapi istri dalam mendampingi suami. Tidak jarang pula cobaan-cobaan tersebut terkadang serasa di luar batas kesanggupan individu untuk menghadapinya, namun ketika pengabdian sudah terpatri dalam hati, maka siapapun akan terperangah, bagaimana mahluk yang kita pandang lemah lembut dan ringkih, wanita, bisa menghadapi semua itu.

Dalam pengabdian, juga terkandung makna menutupi aib dan atau kekurangan pasangan kita.Susah memang untuk tetap tersenyum menghadapi kenyataan bahwa sudah jadi rahasia umum, kalau kekurangan suami kita telah diketahui begitu banyak manusia di luar sana. betapa berat untuk selalu tersenyum sambil menceritakan kebaikan-kebaikan suami kita. Bukan main ternyata akhlak yang dimiliki wanita yang benar benar mengabdi pada suami mereka atas dasar beribadah kepada Allah.

oleh: emma handoko

Pandangan Wanita Tentang Dirinya (part- 2)

Aku bukan yang terbaik, tapi aku akan berusaha menjadi lebih baik

Lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari pada mempertahankan kepercayaan. Kepercayaan di dapat karena berhasil memberikan sesuatu dan membuat bangga seseorang. Aku memang bukan orang yang pintar. Namun aku selalu berusaha bagaimana caranya menjadi pintar, walaupun aku akan terlihat bodoh. Aku selu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang yang telah percaya padaku. Ingat, Junjung Tinggi “LOYALITAS TANPA BATAS” dimanapun kita berada.

Karena dari loyalitas itu kita akan menuju ke totalitas kerja. Dan ikhlaslah ketika menjalankan tugas. Karena dengan ikhlas, seberapapun beratnya suatu pekerjaan, akan terasa mudah buat kita. Walau dalam kenyataan adalah berat. Yah, di sini saya mulai berkembang, dalam suatu keterbatasan dalam hal ilmu dan fasilitas saya tetap bisa memberikan yang terbaik untuk tempat saya saat ini. Saya lakukan apapun yang bisa saya kerjakan.

Memberikan yang terbaik untuk yang mempercayai kita itu adalah mutlak. Ibaratnya bila kita diberi oleh seseorang, maka ingatlah orang tersebut dan berilah “lebih” untuk orang tersebut hingga kita mati. Tapi jika kita memberi kepada seseorang, maka lupakanlan apa yang pernah kita beri itu dan biarlah orang yang menilai< Syukurilah apa yang kita dapat saat ini, karena dengan bersyukur kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih. Jalain apa yang ada saat ini, karena semua ini adalah takdir.

Takdir memang bisa dirubah apa bila ada kemauan dari seseorang. Tapi yang pasti, jangan pernah memaksakan untuk merubah takdir. Aku berada di tempat ini, itu adalah takdir. Aku dapatkan yang sekarang aku rasakan, itupun takdir. Sekarang saya menyadari, apa yang ditakdirkan oleh-Nya itu adalah yang terbaik untuk kita. Kita hanya berusaha menjalaninya dengan baik untuk mendapatkan takdir yang lebih baik dari yang kita dapat saat ini. Jadi menurut saya takdir itu ibarat sebuah ranting yang bercabang. Cabang ke arah baik atu ke arah buruk.

Di atas takdir masih ada takdir lagi. Jika kita menjalani takdir “pertama” dengan baik, kita akan menuju ke arah takdir yang “baik” dan begitupun sebaliknya. Takdir berikutnya pun seperti itu, bercabang lagi, lagi, lagi, dan lagi. Namun percayalah, jika kita mendapatkan takdir yang “buruk”, itu hanya pendapat kita saja. Semua orang ditakdirkan oleh-Nya dengan takdir yang baik. Jalanilah takdir anda dan percayakanlah pada Nya. Berusaha tanpa berdo’a itu hal yang mustahil begitu juga sebaliknya.

Karena manusia hanya bias berusaha dan tuhanlah yang menentukan. Dan janganlah kita mengeluh karena kenyataan bukan sesuai dengan kenyataan karena itulah yang terbaik untuk kita versi Tuhan. Semuanya hanyalah harapan yang tertunda untuk menjadi kenyataan, karena suatu saat nanti kenyataan akan lebih indah dari harapan kita.

oleh: emma handoko

Pandangan Wanita Tentang Dirinya (part 1)


Wanita Lebih Baik Dicintai dari pada Mencintai

Dalam kamus pria tidak ada istilah belajar mencintai, pria adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai.

Bagi Pria, mencintai berarti menyayangi, menghargai dan melindungi. Kamu adalah permaisuri kebanggaan harga dirinya.

Para pria, tidak pernah tau bagaimana mengerti perasaan wanita secara benar…yang mereka tau adalah selalu berbuat yang terbaik untuk Anda menurut akal mereka, Benar tidak !

Wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya.

Para wanita sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu karena kalau sulit menjangkaunya, Anda bisa menjadi begitu agresif dan membuat Anda semakin tak berharga di mata pria.

Anda harus tahu bahwa Anda didesain oleh sang pencipta untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu…bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria…

Itulah beberapa kutipan kalimat yang sering saya dengar. Tentunya kalimat-kalimat bijak tersebut tercipta berdasarkan keadaan nyata yang paling banyak terjadi dikehidupan cinta antara pria dan wanita. Bukan menurut film-film apalagi sinetron yang sekarang lagi hebohnya.

Memang benar, telah terjadi perbedaan pendapat apakah wanita itu lebih baik mencintai atau dicintai. Sebagian wanita berkata, sekarang ini bukan lagi zaman Siti Nurbaya, wanita bebas berekspresi menurut apa mau mereka. Jadi wanita merasa nyaman jika mencintai daripada dicintai. Tapi apakah kalimat-kalimat bijak di atas dibuat hanya berdasarkan isapan jempol belaka?

Wanita, makhluk ciptaan berharga, yang diciptakan tidak lebih rendah maupun lebih tinggi dari kaum pria, namun sepadan.

Ada berapa banyak orang yang tahu tentang takdir sebagai wanita?! Jawabannya tidak banyak. Sebagai wanita, Anda diciptakan dengan perasaan yang lebih berperan ketimbang akal dalam kehidupan sehari-hari.

Wanita tidak ditakdirkan untuk memberikan cinta, justru cinta adalah kebutuhan utama dari wanita. Namun, wanita ditakdirkan untuk memberi penghormatan dan pengertian pada pria.

Tidaklah heran mengapa kebanyakan kaum wanita pandai menelaah, ini adalah bagian dari kemampuan wanita untuk mengerti tentang sesuatu, untuk berempati terhadap sesamanya.

Ada sebuah ungkapan sederhana, namun mengandung kebenaran yang harus dipegang, jika ingin bahagia, dikatakan “cintailah sedikit, mengertilah banyak”. Kalimat itu berlaku untuk para wanita.

Dan untuk pria berlaku “cintailah banyak, jangan berusaha mengerti wanita (karena wanita memang sulit dipahami)”.

Wanita perlu mengerti prianya. Apa sebab? Karena Andalah yang dicintai. Dan kaum laki-laki berbuat untuk Anda apa yang mereka anggap secara akal itu baik, bukan menurut perasaan mereka.

Ada banyak hal tidak sempurna dalam diri laki-laki yang sulit diterima kaum wanita. Namun dalam hal ini seberapa besar cintanya itulah yang menjadi ukuran. Anda hanya diminta sedikit pengertian dan memberi kesempatan, bukan yang lain.

Oleh sebab itu, bagi wanita yang tidak mengerti, maka dia akan selalu berusaha mengubah karakter prianya agar menjadi ‘lebih baik’. Sayangnya, hal ini akan mengakibatkan kekecewaan yang besar, baik untuk sang wanita dan sang pria. Karena kaum adam cenderung merasa dirinya sudah ‘cukup’ baik sehingga tak ada yang perlu diubah.

Dalam studi banyak kasus, jika Anda seorang wanita yang mengharapkan jaminan kesetiaan, ketulusan, pengorbanan dan tanggung jawab berpuluh tahun kemudian dari kehidupan Anda. Maka kemungkinan besar hanya akan Anda dapatkan dari seorang pria yang penuh kesungguhan mencintai Anda mulai saat ini.

Oleh karena itu, jika tidak ingin menderita karena cinta dan menyesal berkepanjangan maka jagalah baik-baik peran Anda. Tunggulah sampai Anda dicintai sepenuh hati. Dan cobalah mengerti dan hargai mereka. Karena Anda adalah wanita yang dicintai, itu lebih bermakna bagi Anda. Dan dimata laki-laki Anda adalah permata kehormatannya karena ia mencintai Anda.

oleh: emma handoko

27 August 2012

Rahasia Wanita Asia Dalam Membahagiakan Pasangannya


Perempuan Asia berbagi tips bagaimana cara untuk memelihara dan membuat pasangannya/suaminya tetap bahagia.

Perempuan Asia belajar bagaimana memperlakukan pasangan hidupnya seperti dituturkan oleh Sunthron filsuf Thailand Phu dalam bukunya Maxims for Teaching Women.

Sejak lebih dari 200 tahun secara turun temurun dan menjadikannya suatu buadaya perempuan timur bagaimana memperlakukan pasangan hidupnya agar kebahagiaan itu terus terpelihara. Karena dengan membahagiakan pasangan hidup maka akan menjadi feedback terhadap kebahagiaan seluruh elmen di dalam rumah tangga.

Dan cara inilah yang mulai dipelajari oleh wanita barat yang menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh dan klasik. Berikut rekomendasi Sunthron bagi wanita barat agar mampu memelihara kebahagian dalam rumah tangga:
  1. Jadikan Pasangan /Suami ANDA adalah RAJA - Ingatlah bahwa pria / suami didahulukan - sebelum Anda, orang tua Anda, atau bahkan anak-anak Anda.

  2. Bangun lebih AWAL. Bangun di pagi hari sebelum suami/pasangan. Pastikan Anda sudah menyiapkan sarapan yang sehat sehingga ia mendapatkan lebih awal. Bahkan jika Anda harus pergi lebih dahulu sebelum dia berangkat, pastikan di meja telah tersedia sarapan jangan sampai dia mencari ke dapur.

  3. JANGAN PERNAH  MENGOMEL. Apa yang dia lakukan di luar dengan teman-temannya, sehingga dia terlambat pulang dan lupa melakukan kegiatan rutinnya di rumah. biarlah itu urusannya, belajarlah untuk bisa menerima kenyataannya.

  4. Berdiam diri di Rumah. Pastikan Anda selalu di rumah (bagi yang tidak bekerja) dan cepat pulang lebih dahulu dari suami/pasangan untuk menunggu suami pulang dan melayani apa yang dia butuhkan setelah seharia dia bekerja.
Budaya wanita timur ini, mungkin masih berlaku di Thailand atau negara-negara timur lainnya. Apakah di Indonesia masih bisa diterima oleh kaum perempuan kita?

Tentunya masih ada sekalipun presentasinya telah berkurang dibandingkan jaman sebelum Kartini, karena menganggap perilaku demikian adalah perilaku perbudakan atau tidak sesuai emansipasi.

Salah satunya wanita tersebut adalah isteri saya (maaf, sedikit berbangga hati karenanya), dia tidak menganggap sebagai suatu penurunan harga diri, malah sebaliknya dia merasa bangga dan bahagia melakukannya. Padahal dia juga bekerja sebagai PNS yang tentunya memiliki kesibukan tersendiri. Namun ternyata kepentingan suami diatas segalanya. InsyaAllah, saya adalah sedikit pria yang beruntung.

Bagi kaum wanita,
Apakah statement Sunthron masih bisa dietrima atau dilakukan dengan rasa senang dan ikhlas di rumah tangga anda ?

Bagi pria,
Apakah anda termasuk orang yang beruntung mendapatkan pasangan seperti Sunthron tuturkan? dan menjadikannya belahan jiwa selamanya?
weeklyworldnews


.comment-content a {display: auto;}