11 August 2012

Wasir atau Ambien dan Solusinya

Hampir tidak ada orang meninggal gara-gara menderita penyakit wasir atau ambien, tapi rasa nyeri, perih, pegal, perdarahan dan sangat menggangu aktifitas sehari-hari, hingga para produsen obat-obat ramai melakukan pengujian untuk obat penyakit yang satu ini.

Wasir,  ambeien  atau  Hemorhoid atau juga disebut juga piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan.

Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar (biasanya akibat konstipasi) dan dapat terjadi juga pada wanita hamil. perdapat Dr. Rob Knight dari Universitas Colorado.

Tetapi umumnya, penyebabnya adalah karena mengejan terlalu keras saat buang air besar dan terlalu banyak duduk atau berdiri, juga lebih rawan terjadi pada wanita daripada pria. Itu disebabkan karena wanita lebih sering mengalami pelebaran pembuluh balik atau pembuluh vena (misalnya saat menstruasi atau hamil) dibandingkan pria.

Secara umum, ambeien dibagi dua yaitu Ambeien Internal dan Ambeien Eksternal.

Ambeien Internal, pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar. Masalahnya jadi tidak sederhana lagi, bila ambeien internal ini membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan. Ambeien yang terlihat berwarna pink ini setelah sembuh dapat masuk sendiri, tetapi bisa juga didorong masuk.

Ambeien Eksternal menyerang anus sehingga menimbulkan rasa sakit, perih, dan gatal. Jika terdorong keluar oleh feses, ambeien ini dapat mengakibatkan penggumpalan (trombosis), yang menjadikan ambeien berwarna biru-ungu.

Dalam keseharian saya banyak bertemu dengan penderita wasir dan setelah terus menerus dilakukan analisa, pengujian atau penelaahan secara seksama, hingga saya berani menyimpulkankan kalau wasir cukup mudah dioabati dengan cara aman tanpa efek. Tanpa harus terburu-buru dioperasi.

Dampak  pasca operasi ambien.

Saya menemukan beberapa kasus menakutkan paska operasi wasir.  Seorang wanita setengah baya mengeluh bahwa dia sangat menderita paska-oprasi yang dilaksanakan 3 tahun lalu. Dia menjadi kehilangan rasa mules dan tak pernah merasa ingin buang hajat (BAB)  sehingga kalau beberapa hari tidak BAB maka dia mengorekkan 2 jarinya pada bagian anus dalam (secara anal - maaf bukan anal sex) hanya untuk merangsang agar feses-nya bisa keluar. Dan hal itu saya yakini akan berjalan seumur hidupnya, karena saraf rangsangnya telah mengalami kerusakan atau kecacatan sercara permanen.

Dalam kasus lain, seorang bapak-bapak dia harus terus menerus menggunakan popok/pembalut seumur hidupnya setelah pasca-operasi, karena dia tidak mampu menahan feses/pup nya berlama-lama  setiap kali mau BAB.


Mengapa terjadi demikian? ada apa dengan ambien terutama yang berkenaan dengan keluarnya fistula  secara  terus menerus?

Fistula adalah rangsang sensor dimana  salah satu fungsinya adalah berkomunikasi dengan otak mengenai kapan harus BAB kapan harus menahan.

Nah kira-kira apa yang terjadi jika sensor dari sebuah sistem nya mengalami kerusakan atau dibuang? silahkan dijawab sendiri....

Untuk informasi lebih lengkap:

Artikel Terkait

.comment-content a {display: auto;}